Sambut Myres 2022, MAN Batam Gelar Pelatihan Riset

BATAM, HUMAS – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas di ajang Madrasah Young Researchers Super Camp (Myres) 2022, Madrasah Aliyah Negeri Batam menggelar pelatihan dan bimbingan riset. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka di meeting room MAN Batam dan online melalui aplikasi zoom cloud meeting, Senin (27/6).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala MAN Batam, Khairina serta seluruh guru pembimbing dan 18 siswa MAN Batam yang akan berkompetisi di Myres 2022. Selain itu, juga dihadiri oleh Kabid Penmad Kanwil Kemenag Kepri yang diwakili oleh Dra. Surtati selaku Kasi Kurikulum Kesiswaan Kanwil Kemenag Kepri dan Ahmad Arief Ma’aruf selaku pemateri dari MAN 2 Sleman. Beliau seorang yang berkompeten dalam bidang riset dan juga berhasil meraih penghargaan Guru Riset Internasional Kementerian Agama.

Kepala MAN Batam menyampaikan tujuan dari kegiatan ini serta mendukung agar tercapainya target-target dalam Myres tahun ini.

“Terima kasih kepada panitia yang telah menggagas acara ini untuk persiapan dan bimbingan anak-anak kita dalam mengikuti Myres. Mari kita bersama-sama mengambil ilmu bermanfaat yang akan disampaikan oleh pemateri. Agar anak-anak ibu terlatih dalam bidang riset. Sehingga harapannya anak-anak ibu semua bisa sampai ke nasional,” ucap Khairina.

Sementara itu, di kesempatan ini Surtati juga menyampaikan pesan dan support kepada MAN Batam dalam mempersiapkan dan membekali siswa untuk menghadapi kompetisi Myres 2022.

“Kanwil memberikan apresiasi kepada MAN Batam karena selalu berusaha dan berikhtiar untuk meningkatkan kualitas dan jumlah siswa yang mengikuti Myres. Semoga nantinya sesuai dengan harapan yang kita rencanakan. Tetap semangat untuk kita semua,” ujar Surtati.

Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi oleh Ahmad Arief Ma’aruf yang berkaitan dengan Kiat Sukses untuk Menembus Myres 2022. Ahmad memberikan tips dan trik agar bisa lolos hingga ke nasional. Serta hal penting yang harus diikuti oleh penulis. Nantinya final Myres akan dilaksanakan di Jakarta.

“Saat kita melakukan penelitian, hindari kecerobohan yang sering terjadi. Salah satunya yaitu mengkopi tulisan orang lain dari sumber yang tidak resmi seperti blogspot. Susunlah proposal penelitian ini secara ringkas, jelas, dan lengkap. Kemudian, perbanyak referensi dari jurnal, minimal 10 jurnal yang digunakan,” ucapnya.

Semua peserta mengikuti dengan semangat dan saksama. Semoga senantiasa dimudahkan oleh Allah SWT sampai ke tahapan tertinggi dan memberikan hasil yang terbaik.(MY)