• MAN Batam
  • 22nd MANNIVERSARY

Selamat Datang Di Situs Resmi Madrasah Aliyah Negeri Batam │ Creating A Successful Qur’anic Generation │ Madrasah Hebat Bermartabat │ Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah │ Selamat Datang Di Situs Resmi Madrasah Aliyah Negeri Batam │ Creating A Successful Qur’anic Generation │ Madrasah Hebat Bermartabat │ Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

Kontak Kami


Madrasah Aliyah Negeri Batam

NPSN : 11003325

Jl. Brigjend Katamso No 10 Sagulung Batam


humasmanbatam1@gmail.com, man1batam@yahoo.com

TLP : (0778) 393153


          

Banner

Jajak Pendapat

Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat

Agenda

24 August 2019
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

MAN BATAM MENUJU UNBK 2017




manbatamunbk

JAKARTA,(PR).- Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kebocoran soal-soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melibatkan para peretas komputer (hacker). Tugas para 'hacker' ini, menjaga keamanan sistem UNBK.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Nizam menuturkan, peretas komputer yang dilibatkan merupakan golongan peretas komputer putih. Mereka, menurut dia, bersedia bekerjasama merahasiakan dokumen negara yakni soal-soal UNBK yang disimpan dalam sistem terenskripsi.

"Untuk mengawal server, kami bekerjasama dengan para 'hacker'. Sehingga insya Allah (server soal-red) aman dari upaya-upaya pembocoran," ujarnya di Jakarta, Minggu (3/4/2016). Ujian Nasional baik berbasis kertas (UNBK) maupun berbasis kertas pensil (UNKP) untuk tingkat SMA/SMK sederajat berlangsung mulai Senin-Rabu, 4-6 April 2016. Khusus untuk UNBK berlangsung hingga Kamis, 7 April 2016.

Selain melibatkan 'hacker', Kemendikbud juga bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Sementara Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud bertugas menggawangi server.

Sebenarnya, kata Nizam, dari evaluasi penyelenggaraan UNBK tahun 2015 lalu, tidak terdapat kasus kebocoran soal. Justru upaya kebocoran soal lebih rentan terjadi pada UNKP yang masih mengandalkan kertas untuk soal ujian. Untuk UNKP, antisipasi kebocoran dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat. Mulai dari tidak disediakannya naskah cadangan, pendistribusian yang melibatkan kepolisian, hingga perguruan tinggi.

"Bagi pihak-pihak yang melakukan upaya penyebaran kunci jawaban palsu untuk mendapatkan keuntungan pribadi, tidak perlu melakukan yang seperti itu. Sekolah dan juga siswa kami imbau agar tidak terpancing, karena perlu diingat UN tidak menentukan kelulusan, tapi integritas (kejujuran-red) yang penting," katanya.***




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas